Fire OS Gugur, Tablet Amazon Android Siap Saingi iPad & Galaxy Tab

Dexop.com – Amazon akhirnya mengambil langkah besar yang telah lama dinanti. Setelah bertahun-tahun menggunakan Fire OS—sistem operasi berbasis Android yang dimodifikasi ketat—raksasa e-commerce asal AS ini akhirnya memutuskan untuk menghadirkan Tablet Amazon Android asli mulai tahun 2025.
Langkah ini bukan sekadar perubahan teknis, melainkan strategi bisnis besar. Pasalnya, Fire OS selama ini kerap menuai keluhan dari pengguna karena keterbatasannya. Tak adanya dukungan resmi aplikasi Google, keterbatasan kompatibilitas dengan aplikasi populer, serta pengalaman pengguna yang dianggap inferior dibanding tablet Android lain, membuat banyak konsumen enggan membeli tablet Fire.
Dengan beralih penuh ke Android, Tablet Amazon Android diprediksi akan menjadi lawan serius iPad milik Apple dan Galaxy Tab dari Samsung di pasar global.
Mengapa Amazon Tinggalkan Fire OS?
Selama lebih dari satu dekade, Fire OS menjadi identitas utama tablet Amazon. Namun, ada tiga alasan besar mengapa Amazon akhirnya menyerah dan memilih Android:
- Terlalu Banyak Keluhan Pengguna
Fire OS dianggap membatasi kebebasan pengguna. Tak adanya Google Play Store membuat pengguna harus mengandalkan Amazon Appstore yang jauh lebih terbatas. Akibatnya, banyak aplikasi populer tidak bisa dipasang dengan mudah. - Ketertinggalan dalam Ekosistem
Dibandingkan dengan ekosistem iPadOS dan Android murni, Fire OS terlihat ketinggalan zaman. Misalnya, dukungan multitasking, fitur produktivitas, hingga kompatibilitas dengan aplikasi kreatif sangat terbatas. - Dorongan Pasar Global
Amazon ingin agar produknya bisa diterima secara luas, bukan hanya di AS dan beberapa negara terbatas. Dengan menghadirkan Tablet Amazon Android, Amazon membuka peluang untuk merambah pasar global lebih agresif.
Harga yang Mengejutkan
Salah satu hal paling menarik adalah bocoran harga. Tablet pertama yang akan menjalankan Android dikabarkan dijual seharga $400.
Bila dibandingkan dengan tablet Fire sebelumnya yang dijual murah—bahkan ada model hanya $99—angka ini jelas mengejutkan. Namun, strategi ini menunjukkan bahwa Amazon tidak lagi membidik segmen low-budget saja, melainkan ingin masuk ke pasar premium.
Harga $400 menempatkan Tablet Amazon Android bersaing langsung dengan Samsung Galaxy Tab A Ultra, Xiaomi Pad 7 Pro, bahkan iPad entry-level.
Spesifikasi Tablet Amazon Android: Apa yang Bisa Diharapkan?
Walau detail resmi belum diumumkan, beberapa bocoran memberi gambaran seperti apa perangkat baru ini.
- Layar: 11 inci IPS/LCD atau AMOLED dengan refresh rate tinggi (90–120Hz).
- Prosesor: Snapdragon 7 Gen 3 atau varian khusus MediaTek Dimensity.
- RAM & Penyimpanan: Varian 8GB/128GB hingga 12GB/256GB.
- Baterai: Kapasitas besar 8.000–10.000 mAh dengan fast charging.
- OS: Android murni berbasis AOSP (tanpa aplikasi Google bawaan).
- Ekstra: Dukungan stylus, keyboard cover, dan mode produktivitas untuk menyaingi iPadOS.
Tantangan: Android Tanpa Google
Meski sudah beralih ke Android, Amazon tetap menggunakan Android versi open source (AOSP). Itu berarti, sama seperti Huawei, Tablet Amazon Android kemungkinan tidak dilengkapi Google Play Store, Gmail, atau YouTube secara bawaan.
Sebagai gantinya, Amazon akan mengandalkan:
- Amazon Appstore sebagai pusat aplikasi.
- Amazon Prime Video untuk streaming.
- Amazon Luna untuk gaming cloud.
- Alexa sebagai asisten pintar bawaan.
Tantangan terbesarnya adalah meyakinkan pengguna bahwa ekosistem Amazon cukup kuat untuk menggantikan ekosistem Google.
Dampak Bagi Pasar Tablet
Perubahan Amazon ini bisa memberi dampak besar pada industri tablet:
- Persaingan dengan Apple & Samsung
iPad masih mendominasi pasar tablet global, sementara Samsung kuat di segmen Android. Kehadiran Tablet Amazon Android akan menciptakan kompetisi baru, terutama di harga menengah ke atas. - Tekanan untuk Produsen Tablet Lain
Brand seperti Lenovo, Xiaomi, dan Huawei kini harus menghadapi tambahan pemain besar dengan ekosistem e-commerce yang masif. - Masa Depan Ekosistem Amazon
Jika berhasil, Amazon bisa memperluas strategi ini ke produk lain, misalnya Kindle dengan Android, atau perangkat smart home yang lebih kompatibel.
Strategi Bisnis Amazon
Amazon dikenal sebagai perusahaan yang berfokus pada layanan. Dengan menghadirkan Tablet Amazon Android, perusahaan bisa mendorong lebih banyak orang untuk masuk ke dalam ekosistem Prime.
Beberapa strategi yang mungkin dilakukan:
- Bundle dengan Prime Membership → Membeli tablet sekaligus dapat langganan Prime Video dan Prime Reading.
- Integrasi penuh Alexa → Tablet berfungsi ganda sebagai perangkat smart home hub.
- Fokus pada edukasi & anak-anak → Membidik keluarga muda dengan paket kontrol orangtua.
Reaksi Publik & Komunitas Teknologi
Sejauh ini, reaksi publik cukup beragam:
- Pro: Banyak yang senang akhirnya Amazon menggunakan Android, karena artinya lebih banyak aplikasi bisa berjalan mulus.
- Kontra: Harga $400 dianggap terlalu mahal untuk merek yang sebelumnya dikenal dengan tablet murah.
- Netral: Komunitas menunggu apakah Amazon akan memberikan solusi soal ketiadaan aplikasi Google.
Kesimpulan
Langkah Amazon meninggalkan Fire OS adalah momen besar dalam sejarah perusahaan. Dengan meluncurkan Tablet Amazon Android, Amazon ingin keluar dari stigma sebagai produsen tablet murah dan mulai bersaing di level premium.
Namun, jalan ini tidak mudah. Tanpa dukungan aplikasi Google, Amazon harus meyakinkan konsumen bahwa ekosistemnya cukup menarik. Jika strategi ini berhasil, Amazon bisa menjadi pemain baru yang serius di industri tablet global.
Satu hal yang pasti, tahun 2025 akan menjadi tahun penting bagi Tablet Amazon Android—apakah akan sukses besar atau justru menjadi eksperimen mahal yang gagal, hanya waktu yang bisa menjawab.



